Perbandingan presentase perempuan dan laki-laki pada kategori eksekutif menunjukan bahwa tidak ada satu pun kategori jabatan yang mencapai 20% keterwakilan perempuan.
Data keterwakilan perempuan pada jabatan eksekutif menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam posisi pengambilan keputusan masih relatif rendah dibandingkan laki-laki. Pada tingkat kabinet, perempuan hanya menempati 4 dari 48 posisi menteri (8,33%) dan 10 dari 56 posisi wakil menteri (17,86%).
Kondisi serupa terlihat pada struktur birokrasi. Pada jabatan birokrasi tingkat eselon I, perempuan berjumlah 123 orang dari total 713 jabatan (17,25%), sedangkan pada jabatan eselon II terdapat 3.377 perempuan dari total 20.060 jabatan (16,83%). Dengan demikian, lebih dari delapan dari setiap sepuluh jabatan birokrasi eselon I dan II masih diisi oleh laki-laki.
Di tingkat pemerintahan desa, keterwakilan perempuan terlihat lebih rendah. Dari total 73.559 kepala desa, hanya 4.844 orang (6,59%) yang merupakan perempuan, sementara 67.715 orang (93,41%) adalah laki-laki.
Secara umum, data ini menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi tantangan dalam mengakses posisi-posisi kepemimpinan di ranah eksekutif. Kesenjangan gender masih terlihat pada berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari kabinet, birokrasi, hingga pemerintahan desa.
