Kesetaraan gender dalam politik masih menjadi tantangan yang mendesak di Asia Tenggara. Partisipasi dan kepemimpinan politik perempuan (WPPL) menunjukkan perkembangan yang belum merata, sementara kekerasan terhadap perempuan dalam politik dan pemilu (VAWP/VAWE) terus menjadi ancaman terhadap partisipasi perempuan secara bermakna dalam kehidupan politik.
Laporan ini menyajikan kajian komparatif mengenai partisipasi dan kepemimpinan politik perempuan serta kekerasan terhadap perempuan dalam politik dan pemilu di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Lao PDR. Kajian ini melihat bagaimana sistem pemilu, kebijakan kuota gender, institusi politik, serta berbagai hambatan sosial dan budaya memengaruhi keterwakilan dan kepemimpinan perempuan di keempat negara. Kajian juga mengidentifikasi kesenjangan dalam pengumpulan data, mekanisme pelaporan, perlindungan hukum, dan kelembagaan untuk menangani VAWP/VAWE.
Dalam konteks tersebut, laporan ini mengeksplorasi tantangan dan peluang pembentukan Gender Observatory (GO) di tingkat regional. Dengan memetakan dan mengonsolidasikan data terpilah berdasarkan gender yang tersedia, kajian ini berupaya membangun basis bukti serta indikator yang lebih terstandar untuk memantau partisipasi politik perempuan dan kekerasan berbasis gender dalam politik di kawasan ASEAN.
Dengan merujuk pada pengalaman internasional, khususnya model Meksiko, laporan ini juga mengidentifikasi pembelajaran kebijakan dan kelembagaan yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan Gender Observatory tingkat ASEAN. Temuan kajian menekankan pentingnya penguatan implementasi kuota, perbaikan sistem data, mekanisme pelaporan dan pengaduan yang aman, harmonisasi kebijakan, serta kolaborasi multipihak untuk mendorong kesetaraan gender dan melindungi partisipasi politik perempuan di kawasan.
Report Information
Author
Hurriyah
Institution
Center for Political Studies / PUSKAPOL UI
Publication
December 2025
Download Full Report: Here
The report can also be viewed on the Westminster Foundation for Democracy website
