Laporan riset ini disusun oleh bersama dalam program Co-Evolve 2 Uni Eropa untuk menganalisis kondisi ekosistem ruang sipil dan kerentanan masyarakat sipil di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif yang melibatkan FGD, wawancara mendalam, serta kajian data sekunder, penelitian ini menyoroti dinamika penyempitan ruang sipil, tantangan yang dihadapi organisasi masyarakat sipil (OMS), hingga strategi ketahanan yang dikembangkan dalam menghadapi tekanan politik, regulasi, dan sosial. Fokus penelitian mencakup sektor demokrasi dan HAM, lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, serta inklusi kelompok rentan dan marjinal.
Temuan riset menunjukkan bahwa penyempitan ruang sipil di Indonesia berlangsung melalui berbagai bentuk pembatasan legal, politik, dan digital yang berdampak pada keberlanjutan serta kapasitas OMS. Di tengah tantangan tersebut, masyarakat sipil tetap berupaya membangun strategi adaptif melalui penguatan kolaborasi, pengembangan pendanaan alternatif, peningkatan akuntabilitas organisasi, dan penguatan basis komunitas lokal. Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan, lembaga donor, akademisi, dan masyarakat sipil dalam mendorong terciptanya ruang sipil yang lebih inklusif, demokratis, dan berkelanjutan di Indonesia.
Unduh: Analisis Sosial Terhadap Konsisi Ekosistem Ruang Sipil dan Kerentanan Masyarakat Sipil di Indonesia.
