Studi mengenai diskriminasi agama selama ini berfokus pada sifat, penyebab, dan dinamika represi, dengan menegaskan bahwa persepsi ancaman serta pengaruh yang saling bersinggungan antara ideologi keagamaan dan kalkulasi rasional merupakan prediktor bagi diskriminasi pemerintah terhadap kelompok minoritas agama. Namun, penelitian mengenai bagaimana interaksi dinamis antara represi dan perlawanan balik membentuk kontestasi antara pemerintah dan kelompok minoritas masih minim. Artikel ini mengkaji persoalan tersebut melalui studi kasus terhadap sebuah kelompok agama masyarakat adat berskala kecil di Indonesia yang memiliki keragaman budaya. Dengan berpijak pada teori ruang sipil (civic space theory), artikel ini mengemukakan pentingnya strategi adaptasi dalam melawan diskriminasi yang dilakukan negara serta dalam menegaskan ruang sipil. Artikel ini mencermati dinamika mikro yang kompleks sekaligus menawarkan wawasan baru untuk lebih memahami interaksi antara represi dan perlawanan balik dalam konteks kebebasan beragama.
Departemen Ilmu Politik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Indonesia
Gedung B Lantai 2 Kampus FISIP UI
Depok 14624
