Sebagian besar perdebatan mengenai pemilihan presiden Indonesia tahun 2014 menyoroti keberhasilan masyarakat sipil dalam mengantarkan kandidat yang dianggap populer menjadi presiden serta mengorganisasi semangat kesukarelawanan yang kian berkembang. Melalui beragam bentuk dukungan mulai dari penyelenggaraan kampanye di tingkat komunitas hingga mobilisasi partisipasi massa aktivisme para sukarelawan telah berhasil membentuk proses maupun hasil pemilihan umum, sekaligus menjalankan fungsi masyarakat sipil dalam membangun demokrasi, sebagaimana dikemukakan oleh Larry Diamond (1994).
Penulis Artikel: Hurriyah
