Setelah Idrus Marham diangkat sebagai menteri sosial, giliran Ali Mochtar Ngabalin yang didudukkan di tubuh pemerintahan.
Kepada BBC Indonesia, juru bicara kepresidenan, Johan Budi, mengatakan Ali Mochtar Ngabalin akan bertugas sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) di bawah naungan Jenderal purnawirawan, Moeldoko.
Secara terpisah, Hurriyah, pengamat politik Islam dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) menepis asumsi Ngabalin akan menjadi jembatan ke ormas Islam.
Dia menilai perekrutan Ngabalin hanyalah manuver politik belaka.
“Saya nggak melihat Pak Ngabalin dipertimbangkan sebagai orang yang punya posisi penting, bisa menjadi jembatan (ke komunitas Islam). Nggak ke situ sih. Lagipula kalau bicara reprensentasi politik Pak Ngabalin, suaranya kecil,” kata Hurriyah.
Baca selengkapnya di BBC News Indonesia
