Pusat Kajian Politik (PUSKAPOL) Universitas Indonesia bersama Westminster Foundation for Democracy (WFD) melakukan kajian mendalam mengenai kondisi kepemimpinan politik perempuan di empat negara ASEAN: Indonesia, Laos, Malaysia, dan Thailand. Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan dalam dunia politik, termasuk berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dalam politik (VAWP) dan pemilu (VAWE) yang masih sering tidak tercatat, dinormalisasi, dan kerap diabaikan oleh institusi formal.
Temuan awal menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam ketersediaan dan akses terhadap data yang akurat. Informasi mengenai kekerasan terhadap perempuan dalam politik (VAWP) dan dalam pemilu (VAWE) masih terpecah-pecah, tidak terdokumentasi dengan baik, dan sulit dilacak, sehingga menyulitkan identifikasi risiko maupun penyusunan kebijakan yang efektif. Kondisi ini menegaskan kebutuhan mendesak akan sistem pemantauan dan kerangka data yang lebih kuat dan komprehensif.
Bersama Westminster Foundation for Democracy (WFD), Puskapol UI berupaya memperkuat landasan data dan bukti untuk menciptakan lingkungan politik yang lebih aman dan setara bagi perempuan. Studi ini mendorong penyusunan standar pengumpulan data yang seragam di tingkat ASEAN, pembangunan pusat data terpadu yang melibatkan lembaga pemilu, parlemen, partai politik, dan organisasi masyarakat sipil, serta kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan perlindungan dan akuntabilitas. Inisiatif ini menjadi langkah penting untuk mendorong partisipasi politik perempuan yang lebih bermakna dan memperkuat demokrasi yang inklusif di kawasan.
Uraian lengkap mengenai hasil penelitian dan rekomendasi dapat diakses pada laman resmi Puskapol UI. Laporan studi ini tersedia untuk diunduh dalam format PDF.